Rasanya menyenangkan. Saya lalu suka membayangkan, suatu saat buku-buku saya akan “berada” di rak-rak toko buku. Bisa jadi itu turut memotivasi saya menulis. Ketika itu sama sekali tidak terpikirkan, bagaimana “bayangan” tersebut bisa terwujud. Sekarang, hal itu bukan lagi mimpi. Hingga saat ini, saya sudah menulis beberapa buku yang di pajang di rak-rak toko buku. Rasul Paulus juga mempunyai mimpi, yaitu pergi ke Roma, ibu kota kekaisaran Romawi. Ia sangat ingin memberitakan Injil di sana (ayat 15). Ketika itu, mungkin tidak terbayangkan bagaimana ia bisa sampai ke kota yang merupakan pusat dunia pada zaman itu; transportasi yang ada sangat terbatas, secara fisik ia sakit-sakitan, belum lagi berbagai ancaman menghampirinya. Akan tetapi, Paulus tidak pernah kendor dengan mimpinya itu. Ia terus membawanya dalam doa (ayat 10). Hingga pada akhirnya, ia sampai juga di Roma, walaupun tidak berstatus sebagai orang bebas (Kisah Para Rasul 28:11-16). Apakah mimpi Anda?
JANGAN MEREMEHKAN SEBUAH ”MIMPI” HIDUPI, YAKINI, TELATENI, DAN TEKUNI DALAM DOA
Baca: Roma 1:8-15
Ayat Mas: Roma 1:10
Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 1-4
Ayat Mas: Roma 1:10
Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 1-4
[ Ayub Yahya]--[www.renunganharian.net].


Post a Comment